Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian akan menempuh langkah hukum terkait keputusan KPU Sumut yang tidak meloloskan dirinya sebagai pasangan calon.
Usai penetapan KPU, seni (12/02), JR Saragih yang merupakan Bupati Simalungun itu tak kuasa menahan tangis saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Meski demikian, ia tidak emosi. JR mengimbau seluruh pendukungnya untuk tetap menjaga kondusivitas. "Saya minta kepada masyarakat Sumatera Utara, ada dua juta pendukung JR. Saya minta jangan ada ribut, kita tempuh jalur hukum. Di atas manusia masih ada tuhan," ujar JR Saragih menitikan air mata.
JR Saragih kemudian menjelaskan kronologi terkait ijazah SMA Iklas Prasasti Jakarta Pusat, yang menyebabkan ia dicoret oleh KPU.
JR Saragih menyebut, dalam keperluan pencalonanannya di Pilgub Sumut 2018, ia telah melegalisir ijazah SMA tersebut ke Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.
Disdik kemudian melegalisir ijazah JR pada 19 Oktober 2017. Legalisir ke Disdik diperlukan karena sekolahnya SMA Iklas Prasasti pada tahun ajaran 1993/1994 telah tutup.
Legalisir ijazah inilah yang kemudian diserahkan ke KPU Sumut sebagai kelengkapan persyaratan sewaktu pendaftaran 8-10 Januari lalu. "Kepala Dinas Pendidikan DKI yang tandatangan," kata JR sembari menunjukkan fotokopi ijazah dan Nilai Ebtanas Murni (NEM)- nya.
Partai Demokrat kemudian mengkonfirmasi perihal ijazah tersebut ke Disdik DKI. "Dan dijawab (oleh Disdik lewat surat) pada tanggal 19 (Januari) dan menyatakan ijazah dilegalisir oleh Kepala Dinas. Dan kepala dinas sendiri menyatakan di poin empat bahwa ijazah tersebut ada," ungkapnya.
JR Saragih kemudian heran karena pada 22 Januari, Disdik DKI Jakarta membalas surat KPU terkait klarifikasi atas keabsahan ijazah SMA nya. Surat tersebut diteken oleh Sekretaris Disdik.
Sementara kata dia, batas akhir klarifikasi tanggal 20 Januari. "Dijawab oleh sekretaris dinas, menyatakan bahwa ijazah tersebut tak pernah dilegalisir. Tapi, tanggal 22 (Januari), sudah lewat batas waktu. Jadi yang mana mau kita percaya ini? Mana lebih tinggi Kepala Dinas atau Sekretaris Dinas?" Ya kita akan gugat," tegasnya.
JR Saragih bercerita, persoalan ijazahnya sebetulnya pernah pula digugat saat ia mencalonkan diri sebagai Bupati Simalungun untuk kedua kalinya, 2015 silam. Dan Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa ijazahnya sah. JR kemudian memenangkan Pilbup Simalungun dan melanjutkan kepemimpinan periode kedua.
“Kita akan gugat karena ini sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung dan (ijazah) dinyatakan sah. Kita akan ke Bawaslu dulu setelah ini. Kenapa saya bisa calon 2015?" ungkapnya.
Sementara Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, pasangan calon yang tidak ditetapkan oleh KPU bisa menempuh jalur mensengketakan keputusan KPU, 3 hari sejak keputusan diterima. "Dan kami punya waktu 12 hari pasca diregistrasi untuk memproses sengketanya," terang Syafrida.
© Copyright 2024, All Rights Reserved